Showing posts with label Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Pertanian. Show all posts

Sunday, 1 September 2019

SUPERNASA (Meningkatkan Unsur Hara Tanah)

gambar produk 1 gambar produk 2 gambar produk 3

Rp53.500
SUPERNASA adalah salah satu produk pupuk organik padat dari PT. Natural Nusantara (NASA) yang bermanfaat untuk pembenah tanah atau biasa disebut starter kesuburan. Formula organik (alami) yang terkandung dalam POP SUPERNASA bermanfaat untuk memperbaiki kerusakan tanah baik secara khemis (menyediakan semua unsur hara essensial bagi tanaman), fisik (menggemburkan), dan secara biologis (membantu perkembangan mikroorganisme tanah bermanfaat bagi tanaman). POP SUPERNASA dapat mengurangi jumlah penggunaan pupuk NPK kimia (SP-36, Urea, dan KCI).
SUPERNASA
SUPERNASA
Lahan Pertanian di Indonesia

Menurut data yang diambil dari Badan Pusat Statistik di Indonesia, kita memiliki luas lahan sawah pada tahun 2016 seluas 8,18 juta hektar. Lahan sawah yang dimaksud terdiri dari lahan sawah irigasi seluas 4,78 juta hektar dan lahan sawah non irigasi seluas 3,40 juta hektar.

Luas lahan sawah tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 1,16% atau sekitar 100 ribu hektar. Peningkatan luas ini merupakan hal yang positif jika dapat disertai juga dengan peningkatan produktivitas tanamannya. Produksi pangan dapat dikatakan akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan luas lahan dan produktivitasnya. Muncullah jenis pertanian organik yang memiliki visi sebagai jalan untuk memperbaiki produk pangan di Indonesia.

Tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki produk pangan di Indonesia saja, tetapi pertanian organik bermaksud untuk juga memperbaiki tanah pertanian yang tercemar oleh bahan kimia yang digunakan dalam jumlah yang berlebihan. Terhitung luas lahan kering Indonesia pada tahun 2016 jauh lebih besar dengan total 16,5 juta hektar. Luas tersebut terdiri dari lahan ladang 5 juta hektar dan lahan tegalan 11,5 juta hektar.

Total luas tersebut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu 17 juta hektar. Lahan kering biasanya terbentuk karena topografi dan akses air yang sulit dan terbatas sehingga tidak cocok untuk ditanam padi yang identik membutuhkan banyak air. Dalam hal mencukupi kebutuhan pangan yang terus meningkat, tantangan yang dihadapi pada masa yang akan datang tidak hanya terbatas pada upaya peningkatan produksi saja, tetapi juga harus mempertimbangkan keberlanjutan yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan.

Tantangan ini bisa dijawab dengan memanfaatkan lahan yang belum dimanfaatkan. Pertanian organik yang memiliki prinsip memperbaiki tidak hanya produk pangan namun juga kelestarian lingkungan menjadi solusi bagi negara INdonesia ini. Untuk merubah pertanian menjadi pertanian organik memang membutuhkan waktu yang lebih lama dan membutuhkan konsistensi, namun bisa itu dilakukan secara intens maka Indonesia akan menjadi negara yang lebih baik dalam hal pangan dan kelestarian lingkungan.

Pengertian Unsur Hara

Unsur hara adalah beberapa nutrisi yang sangat penting bagi tanaman yang meliputi unsur hara makro dan juga unsur hara mikro. Kita mengetahui makhluk hidup semua membutuhkan makanan dan nutrisi untuk berkembang. Tanaman juga memerlukan makanan dan nutrisi dalam pertumbuhannya agar dapat tumbuh dengan sempurna. Salah satu unsur penting yang dapat menjadikan tanaman menjadi subur adalah unsur hara.

Di dalam tanah unsur hara akan memberikan nutrisi penuh dan tingkat kesuburan sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Disini petani seringkali menggunakan pupuk yang berguna untuk menjaga kesuburan tanah agar unsur hara yang diperlukan bagi tanaman dapat terpenuhi. Dengan memberikan pupuk pada tanaman secara otomatis unsur hara akan terpenuhi dengan baik.

Unsur hara sejatinya sudah terkandung di dalam tanah, namun air hujan dan juga bahan kimia seringkali membuat unsur hara ini menghilang. JIka anda ingin sukses dalam bercocok tanam sebaiknya anda mulai memperhatikan struktur tanah yang menjadi lahan pertanian anda. Tak hanya itu anda pun harus dapat mengukur seberapa banyak kandungan unsur hara dan zat lain yang menjadi makanan bagi tanaman yang anda tanam.

Jaman sekarang telah banyak sekali tanah yang justru semakin tandus dan gersang dari waktu ke waktu dikarenakan oleh banyaknya penggunaan bahan kimia dan juga tidak dirawatnya tanah yang menjadi lahan pertanian. Unsur hara terbagi atas 2 jenis yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro.

Unsur hara makro adalah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang besar meliputi Nitrogen, Fosfor, Kalium, Magnesium, Kalsium, dan Sulfur. Unsur hara makro ini sangatlah dibutuhkan oleh tanaman supaya pertumbuhan dan perkembangannya menjadi baik. Unsur hara makro ini terdapat pada pupuk anorganik seperti pupuk Urea.

Unsur hara mikro adalah unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah kecil. Bukan berarti tidak perlu tetapi jumlah kecil itu sangatlah penting untuk proses perkembangan pertumbuhan dan keberlangsungan dari hidup tanaman yang anda tanam. Jika anda tidak memiliki unsur hara mikro ini maka tanaman tidak dapat berbunga dengan sempurna. Unsur hara mikro ini terdiri dari Natrium, Boron, Besi, Tembaga, Seng, Molibdenum, Mangan, Khlor, Cobalt, Silicone, Nikel.

Tanah sudah seharusnya dijaga agar tidak menjadi tandus dan gersang sehingga tanah dapat terus digunakan untuk budidaya tanaman sampai kapanpun. Unsur hara sering disebut juga dengan sebutan nutrien yang artinya komponen yang sangat diperlukan oleh tanaman pada tanah. Tanah yang baik seharusnya adalah tanah yang dapat menyediakan unsur-unsur yang dapat menjadi makanan bagi tanaman. Tanpa komponen makanan yang lengkap bagi tanaman maka pertumbuhan yang dialami juga tidak akan baik.

Pertumbuhan tanaman pertanian yang tidak baik juga memiliki dampak tidak baik bagi anda. Banyak kualitas tanaman pertanian yang tumbuh tetapi tidak baik karena nutrien di dalamnya telah menghilang. Petani di Indonesia telah melakukan banyak cara untuk memenuhi kebutuhan tanaman dengan unsur itu.

Bahan organik pada tanah umumnya ditemukan di permukaan tanah dan tidak dalam jumlah yang besar. Hanya sekitar 5 % saja. Namun pengaruhnya terhadap sifat sifat tanah dan pertumbuhan tanaman besar sekali. Adapun pengaruh bahan organik terhadap sifat sifat tanah itu adalah sebagai granulator yaitu memperbaiki struktur tanah.

Sebagai sumber unsur hara, tanah akan menghidupkan mikroorganisme yang berfungsi sebagai kesatuan dari tanaman yang tumbuh pula. Kemampuan tanah dalam menahan air menjadi lebih lama. Selain itu mampu juga untuk memberikan kepada tanah kemampuan untuk menahan unsur unsur hara di dalam tanah menjadi lebih tinggi. Ini juga merupakan sumber energi bagi mikroorganisme.

Sumber bahan organik tanah yang paling utama adalah hasil fotosintesis yaitu bagian atas dari tanaman seperti daun, duri dan sisa tanaman lainnya seperti rumput, gulma dan limbah pasca panen. Bahan organik yang ada di dalam tanah ini terdiri dari bahan organik mikro dan makro tadi. Itu semua terjadi karena ada peran dari mikroorganisme di dalam tanah.

Faktor Pertumbuhan di Lingkungan

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan suatu jenis tanaman dipengarhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor tanah, faktor iklim dan faktor tanaman itu sendiri. Pertumbuhan adalah hasil akhir interaksi dari berbgai proses fisiologis, dan untuk mengetahui mengapa pertumbuhan pohon berbeda pada berbagai variasi keadaan lingkungan dan perlakuan, diperlukan bagaimana proses fisiologis dipengaruhi oleh lingkungan yang ada.

Pertumbuhan adalah gerak maju dari perkembangan organisme. Sebagai media pertumbuhan dan tempat penyediaan hara bagi pertumbuhan tanaman, kapasitas tanah relatif terbatas dan sangat tergantung pada sifat dan ciri tanah tersebut. Sehubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, tanah memiliki beberapa peranan yaitu untuk pengaturan suhu tanah, udara tanah dan air tanah.

Berdasarkan peranan tanah terhadap perkembangan dan pertumbuhkan tanaman, maka sifat fisik, sifat kimia dan sifat biologi tanah di antara kandungan bahan organik, kelengasan tanah, tekstur sebagai menentukan kualitas dari tempat tumbuh.

Pemupukan Tanaman

Pemupukan adalah tindakan untuk memberikan tambahan unsur-unsur hara pada kompleks lahan pertanian anda. Dapat diberikan secara laagsung dan tidak langsung maka akan dapat menyumbangkan bahan makanan pada tanaman. Tujuannya adalah untuk memperbaiki tingkat kesuburan tanah agar tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pertumbuhan tanaman.

Tanaman diberi pemupukan karena tanah yang miskin dari sumber hara. Kemudian pertumbuhan tanaaman yang terhambat walau sudah dilakukan penyiangan dan gejala kekurangan unsur hara. Pertumbuhan tanaman perlu dipercepat karena bersaing dengan gulma. Ingin meningkatkan hasil panen dengan hasil pertambahan pertumbuhan pada akhir saat daur ulang.

Hal ini berguna untuk mengatur ketersediaan unsur-unsur hara secara alami. Alasannya adalah karena kebutuhan tiap-tiap unsur untuk masing-masing tanaman adalah berbeda-beda, apabila lahan pertanian ditanami tanaman yang sama maka jumlah unsur tersebut dalam tanah menjadi tidak seimbang. Hal ini beralasan karena ada satu unsur yang terus menerus diserap, sedangkan yang lainnya tidak diserap sehingga menumpuk. Oleh karena itu perlu digunakan untuk menjaga keseimbangan unsur-unsur tersebut.

Pupuk organik adalah pupuk yang mencakup semua pupuk yang dibuat dari sisa sisa mikroorganisme atau organ hewan dan tumbuhan. Lalu untuk pupuk kimia dibuat melalui proses pengolahan oleh manusia dari bahan-bahan mineral. Pupuk kimia dibilang pupuk yang lebih murni daripada pupuk organik, dengan kandungan bahan yang sudah diperhitungkan. Pupuk organik sulit sekali untuk ditentukan isinya karena petani tidak bisa mengetahui komposisi dari pupuknya.

Ternyata terdapat sebuah keunggulan lain yang terdapat dalam pupuk organik. Ia dapat memperbaiki kondisi fisik tanah karena membantu pengikatan air secara efektif. Pupuk organik telah mencakup semua bahan yang dihasilkan dari makhluk hidup, seperti kotoran pada hewan, kompos, dan sisa sisa sayuran. Kotoran hewan merupakan limbah yang seringkali menjadi permasalahan pada lingkungan karena bau tidak sedapnya dan mengganggu masalah kebersihan.

Biasanya material pupuk dapat berupa bahan-bahan yang berasal dari alam atau organik, tetapi bisa juga non organik. Terdapat perbedaan dari pupuk dan suplemen, bahwa pupuk mengandung bahan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Suplemen untuk tanaman biasanya digunakan untuk kelancaran proses metabolisme saja. Namun tak jarang juga pupuk buatan yang dibuat dengan dicampuri berbagai material suplemen.

Pupuk alam adalah pupuk yang didapat langsung dari alam. Contohnya fosfat alam, pupuk kandang, pupuk hijau, dan kompos. Jumlah dan jenis unsur hara yang terkandung di dalamnya sangat bervariasi. Oleh karena itu sebagian dari pupuk alam dapat disebut sebagai pupuk organik karena merupakan hasil proses dekomposisi dari material mahluk hidup seperti, sisa tanaman, kotoran ternak, dan lain-lain.

Pupuk organik diketahui mampu meningkatkan produktivitas tanah secara berkepanjangan karena pupuk organik menjadikan tanah sebagai sarana sekuestrasi karbon. Nutrisi yang dihasilkan pun meningkatkan keanekaragaman hayati tanah pertanian dengan menyediakan bahan untuk nutrisi mikro bagi jamur tanah yang dapat membantu tanaman menyerap nutrisi.

Suatu tanah yang dikatakan subur dapat diketahui dengan melihat ketebalan dari humus yang merupakan kandungan dari dalam tanah. Semakin tebal maka tandanya tanah tersebut semakin kaya dengan bahan yang alami dan unsur hara yang tinggi sehingga tanaman dapat menyerap zat dari unsur hara tersebut sebagai bahan baku tanaman untuk melakukan proses fotosintesis.

Ketersediaan humus tadi juga dikatakan sebagai tanda bahwa sistem aliran air dari lahan sekitar yang baik. Humus yang tebal akan mampu meningkatkan daya hisap tanah terhadap air, hal ini disebabkan struktur lapisan humus yang memiliki rongga sehingga memungkinkan air untuk masuk lebih banyak. Tanah yang baik haruslah juga memiliki tingkat keasaman yang seimbang.

Manfaat POP SUPERNASA

Fungsi utama
  • Untuk meningkatkan kesuburan fisik, yaitu memperbaiki tanah yang keras berangsur-angsur menjadi gembur
  • Untuk memperbaiki lahan-lahan yang rusak
  • Untuk meningkatkan kesuburan khemis, yaitu memberikan semua jenis unsur makro dan unsur mikro lengkap bagi tanaman
  • Untuk mengurangi jumlah penggunaan NPK kimia (SP-36, Urea dan KCI) sebesar lebih dari 50%, sehingga terjadi keseimbangan antara penggunaan pupuk kimia dan organik
  • Untuk meningkatkan kesuburan biologis, yaitu membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.
Fungsi lain :
  • Untuk menggemburkan dan menyuburkan tanah yang keras secara bertahap
  • Untuk memperbaiki tanah yang rusak akibat pemakaian pupuk kimia dalam jangka panjang
  • Dapat berguna untuk melarutkan sisa pupuk kimia dalam tanah agar bisa diserap tanaman
  • Untuk mengurangi ketergantungan pupuk kimia hingga mencapai 25%-50%
  • Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman (hasil panen)
  • Untuk mempercepat pertumbuhan, pembungaan, pembuahan dan mengurangi kerontokan bunga dan buah
  • Untuk merangsang pertumbuhan akar serabut yang nanti berfungsi penyerap pupuk yang kita berikan
  • Dapat digunakan untuk semua jenis tanaman pangan, seperti palaija, padi, dan lain-lain. Tanaman holtikultura seperti sayuran dan bunga-bungaan. Dan tanaman tahunan seperti kelapa sait, kakao, karet, dan lain-lain. Mengandung unsur hara lengkap bagi tanaman.
  • SUPERNASA bekerja dengan memperbanyak pembentukan senyaa polifenol untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit.
  • Dapat melarutkan pupuk kimia dengan cepat.
Kandungan POP NASA
  • N = 2,67%, P205 = 1,36%, K = 1,55%, Ca = 1,46%, S = 1,43 %, Mg = 0,4%, Cl = 1,27%, Mn = 0,01%, Fe = 0,18%, Cu < 1,19 ppm, Zn = 0,002%, Na = 0,11%, Si = 0,3%, Al = 0,11 %, NaCl = 2,09%, SO4 = 4,31%, C/N ratio = 5,86%, PH = 8, Lemak = 0,07%, Protein = 16,69, Karbohidrat = 0,01%, mengandung asam Humat dan Vulvat.
Catatan : jika penggunaannya bersama POC NASA, maka POP SUPERNASA hanya diberikan (disiramkan) sekali sebelum tanam sebagai pupuk dasar.

Cara Aplikasi :
SUPERNASA
SUPERNASA
  • Satu botol POP SUPERNASA diencerkan ke dalam 3 liter air (3000 cc) untuk kemudian dijadikan larutan induk, lalu setiap 500 liter air dan diberi dengan 00 cc (1 gelas) larutan induk tadi untuk disiramkan atau dikocorkan.
  • Setiap satu gembor atau ember dengan volume 10 liter air diberi 1 sendok makan peres POP SUPERNASA, lalu diaduk merata dan digunakan untuk menyiram 5-10 meter bedengan.
  • Untuk aplikasi nomor 1, alangkah baiknya jika sebelum diaplikasikan larutan induk didiamkan semalaman. Penggunaan POP SUPERNASA mampu mengurangi pemakaian NPK hingga 50%. Untuk mempermudah dalam aplikasi atau penggunaannya, kini juga tersedia dalam SUPERNASA GRANULE, yang penggunaannya tinggal tabur.
Dapatkan produk pertanian SUPERNASA hanya dari distributor resmi PT. Natural Nusantara (NASA).

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu
 ----------------------------------------------------
WA. 0838 7671 3717
TLP. 0813 8990 8243
SMS. 0815 6780 7748

SUPERNASA Kemasan 3 Kg (Meningkatkan Kesuburan Tanah)

gambar produk 1 gambar produk 2 gambar produk 3

Rp500.000
SUPERNASA Adalah Produk Pupuk Organik Padat Dari PT. Natural Nusantara (NASA) Yang Memiliki Formula Alami Untuk Memperbaiki Tanah Yang Rusak, Menyediakan Semua Unsur Hara Essensial Bagi Tanaman Dan Membantu Meningkatkan Perkembangan Mikroorganisme Tanah Yang Bermanfaat Untuk Tanaman. SUPERNASA Dapat Mengurangi Jumlah Penggunaan Pupuk Kimia (Urea, SP-36, Dan KCI).

SUPERNASA Kemasan 3 Kg
SUPERNASA Kemasan 3 Kg
Pupuk Organik Padat (POP) SUPERNASA Merupakan Perkembangan Dari Pupuk Cair Organik NASA. Tersedia Dalam Kemasan Besar 3 Kg Yang Merupakan Jawaban Akan Permintaan Produk-Produk NASA Yang Semakin Besar, Setelah Sebelumnya Sukses Dengan Produk SUPERNASA Kemasan 250 Gram. Kemasan 3 Kg Ini Sangat Cocok Dan Menguntungkan Untuk Para Petani Yang Memiliki Lahan Yang Luas, Dari Segi Harga Juga Lebih Ekonomis.

Bentuk SUPERNASA
SUPERNASA Kemasan 3 Kg
SUPERNASA Kemasan 3 Kg
Berbentuk Seperti Serbuk, Berwarna Hitam Kecoklatan, Sangat Mirip Dengan Tanah. Teksturnya Tidak Seperti Pasir Atau Tepung, Tetapi Agak Kempal Lengket Dan Baunya Agak Menyengat Hidung.

Bahan Baku SUPERNASA

Terbuat Dari Bahan-Bahan Alami Dari Indonesia, Yaitu Rumput-Rumputan Dan Tumbuhan Lain Yang Memiliki Kandungan Pupuk Yang Besar.
Kemasan SUPERNASA

Dikemas Dengan Sangat Menarik, Dengan Memakai Box Kotak Dan Botol Plastik Warna Putih. Ada Dua Kemasan SUPERNASA Yaitu 250 Gram Dan Kemasan Besar 3 Kg. Kemasan Kecil 250 Gram Dapat Digunakan Untuk Luas Lahan 1.000 Meter. Sedangkan Kemasan Besar 3 Kg, Dapat Digunakan Untuk Pemupukan Lahan Seluas 1 Hektar.

Kandungan SUPERNASA
  • SUPER NASA Adalah Pupuk Organik Atau Pupuk Alami Yang Didalamnya Mengandung N1,46%, P2O5 1,53%, K2O5,72%, C Organik 29,66%, Zn 130,71ppm, Cu 6,11ppm, Mn 374,92ppm, Co 10,64ppm,
  • Fe 5650,20ppm, Ca 3,75%, S 1,23%, Mg 1,23%, Cl 1,24%, Na 3333,76%, Si 10,80% Al 4541,21ppm, Nacl 2,04%, So4 4,16%, Mo < 0,2ppm, B 580,4ppm, Ph 7,80, C/N Ratio 20,33%, Lemak 0,06%, Protein 9,13%, Karbohidrat 0,97%, Asam Humat 1,25%, Kadar Air 22,42%
  • Bebas Logam Berat ( Pb, Cd, Hg, As) Bebas Mikroba ( E.Coli, Saimonella )
Manfaat SUPERNASA
  • Untuk Mengurangi Penggunaan Pupuk NPK Kimia Sekitar 50% Sampai 75%, Sehingga Terjadi Keseimbangan Antara Penggunaan Pupuk Kimia Dan Organik.
  • Untuk Memperbaiki Lahan Yang Rusak, Karena Mengandung Humat Dan Fulvat Yang Secara Bertahap Akan Memperbaiki Kegemburan Tanah Yang Keras Dan Membantu Perkembangan Mikroorganisme Tanah Yang Bemanfaat Untuk Tanaman.
  • Dapat Diaplikasikan Untuk Semua Jenis Tanaman Pangan Seperti Palaija, Padi, Dan Lain-Lain, Untuk Tanaman Holtikultura Seperti Buah, Sayuran, Dan Bunga, Dan Dapat Diaplikasikan Untuk Jenis Tanaman Tahunan Seperti Kelapa Sawit, Kakao, Karet, Dan Lain-Lain. Mengandung Unsur Hara, Nutrisi Mikro Dan Makro Yang Lengkap Bagi Tanaman.
  • Dapat Memacu Pembentukan Senyawa Polifenol Untuk Meningkatkan Daya Tahan Tanaman Terhadap Serangan Hama Dan Penyakit.
  • Kandungan Hormon Atau Zat Pengatur Tumbuh (Giberelin, Auxin, Sitokinin) Dapat Mempercepat Pertumbuhan Akar, Perkembangan Biji, Pertumbuhan Tanaman Mengurangi Kerontokan Bunga Dan Buah, Serta Memperbanyak Pertumbuhan Bunga Dan Buah.
  • Dapat Melarutkan SP-36 Dengan Cepat.
Cara Aplikasi :
  • Dapat Dilarutkan Atau Dicampur Air Bersamaan Dengan Natural GLIO Dan NPK Makro. Kemudian Didiamkan Selama 3 Hari Atau 1 Minggu Dan Baru Dapat Dikocorkan Pada Tanaman.
  • Atau Dapat Diaplikasikan Dengan Cara Lain Yaitu Dengan Menaburkan Langsung Di Sekitar Tanaman.
SUPERNASA Kemasan 3 Kg Cocok Untuk Para Petani Yang Mempunyai Kebutuhan Besar Akan Pupuk Organik. Dapatkan SUPERNASA Kemasan Besar 3 Kg Hanya Dari Distributor Resmi PT. Natural Nusantara (NASA).

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu
----------------------------------------------------
Informasi :

WA. 0838-7671-3717
TLP. 0813-8990-8243
SMS. 0815-6780-7748

TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer (Meningkatkan Penyerapan Pupuk Kimia)

gambar produk 1 gambar produk 2 gambar produk 3

Rp75.000
TANGGUH Pupuk Hayati dan Dekomposer merupakan produk terbaru dengan bahan dasar bakteri dari PT. Natural Nusantara yang diproduksi sebagai usaha untuk ikut meningkatkan hasil produksi pertanian Indonesia baik secara kualitas, kuantitas dan kelestarian lingkungan (Aspek K-3). TANGGUH Pupuk Hayati dan Dekomposer terbuat dari bahan organik alami sehingga ramah lingkungan dan aman untuk manusia.
TANGGUH Pupuk Hayati
TANGGUH Pupuk Hayati
Selain itu, TANGGUH Pupuk Hayati dan Dekomposer juga mengandung mikroorganisme dan mikrobia yang bermanfaat untuk mempercepat dekomposisi atau perombak bahan organik untuk menghasilkan nutrisi tersedia bagi tanaman, dan mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta meningkatkan hasil panen, dan juga meningkatkan efektifitas penyerapan pupuk kimia, yang berfungsi sebagai bahan pembenah tanah, menteralisir senyawa-senyawa berbahaya dan mempercepat penguraian sisa pupuk kimia dan bahan organik yang ada dalam tanah.

Manfaat TANGGUH Pupuk Hayati dan Dekomposer
  • Mempercepat proses perombakan tanah (dekomposisi)
  • Sebagai bahan organik untuk menghasilkan nutrisi yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman (hasil panen)
  • Memberikan fitohormon yang berguna untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman
  • Bermanfaat sebagai bahan untuk memperbaiki tanah yang rusak dan keras
  • Dapat menetralisir senyawa-senyawa berbahaya dan mempercepat penguraian sisa dari pupuk kimia dan bahan organik yang ada di dalam tanah, sehingga dapat diserap lagi oleh akar dan dapat dimanfaatkan lagi oleh tanaman
  • Pupuk kimia jadi lebih efektif diserap oleh tanaman
  • Membantu mengurangi pertumbuhan mikroba yang dapat merugikan tanaman
Kandungan TANGGUH Pupuk Hayati dan Dekomposer
  • Aspergillus sp :  105 cfu/ml
  • Azotobacter sp :  106 cfu/ml
  • Streptomyces sp :  106 cfu/ml
  • Lactobacillus sp : 107 cfu/ml
  • Saccharomyces sp :  107 cfu/ml
  • Tricoderma sp :  105 cfu/ml
  • Patogenisitas :  negatif
Kandungan Unsur TANGGUH Pupuk Hayati dan Dekomposer
  • N, P, K, C Organik, Zn, Cu, Mn, Co, Fe, S, Mg, Cl, Na, B, Si, Al, Na, Cl, Se, Cr, Mo, V, So4, Humat – Vulfat.
Cara Penggunaan TANGGUH Pupuk Hayati dan Dekomposer

1. Pemakaian sebagai dekomposer
  • Siapkan terlebih dahulu bahan baku yang akan difermentasi (seresah, jerami, tandan kosong kelapa sawit, kotoran hewan, sampah organik, dan lain-lain)
  • Campurkan TANGGUH sebanyak 1 liter ditambah air secukupnya untuk 4-5 ton bahan yang akan difermentasi. Untuk mempercepat proses fermentasi, bisa ditambahkan gula pasir atau gula merah dan Urea sebanyak 0,25 kg.
  • Siram atau semprot larutan pada bahan baku hingga merata
  • Tumpukan bahan yang sudah tercampur, diatur dengan ketinggian 1 meter maksimal.
  • Tutup bahan yang telah tercampur agar terhindar dari hujan dan panas matahari secara langsung.
  • Jaga kelembapannya, jangan terlalu basah atau terlalu kering. Jika terlalu kering segera semprotkan air.
  • Setelah 1-2 bulan, bahan akan matang. Ditandai dengan ciri: suhu dingin, meremah, warna menjadi lebih gelap daripada bahan aslinya.
2. Pemakaian sebagai pupuk hayati
  • Dapat disiram ke tanah dengan dosis: 2-3 cc/liter air (1 tutup botol per 5 liter air)
  • Untuk penyemprotan ke tanaman menggunakan dosis: 50-70 cc/tangki (5 tutup botol per tangki)
  • Kebutuhan TANGGUH Pupuk Hayati dan Dekomposer: 3-5 liter per Ha.
TANGGUH Pupuk Hayati dan Dekomposer sangat baik untuk semua jenis tanaman pangan, buah-buahan dan perkebunan. Dapatkan produk “TANGGUH” Pupuk Hayati dan Dekomposer hanya dari distributor resmi PT. Natural Nusantara (NASA).

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu
----------------------------------------------------
Informasi :

WA. 0838-7671-3717
TLP. 0813-8990-8243
SMS. 0815-6780-7748